1. Etika bersendawa dan
cara makan
Ibu saya berasal
dari daerah Jawa dan ayah saya dari sumatra dan mereka akan menegur jika saya
bersendawa dan mendengar saya makan bersuara (baik suara mulut ataupun suara
alat-alat makan saat makan). Bagi orang tua saya dan daerah asal mereka suara
sendawa itu sangat menjijikkan dan suara mulut saat makan itu seperti babi (saya
pernah mempunyai babi dan memang saat babi makan suaranya seperti saat orang
makan bersuara "cak cak cak cak") . Tetapi, ada di daerah lain suara
sendawa bukanlah hal yang menjijikkan.
Saya pernah bertanya kepada teman saya
"kalau misalnya be doak lu marah ko sonde?". Jawab teman saya
"tergantung doaknya, kalau doaknya besar be marah kalau biasa sonde
apa-apa". (Di daerah orang tua saya mau sendawa kecil atau besar sama saja
menjijikkan). Saya tanya ke teman saya
yang lain "Kalau misalnya be doak lu pu perasaan kermana?". Dia jawab
"son kermana-kermana". Dan teman saya pernah minum air setelah itu
dia bersendawa berulang kali, lalu saya bilang "be ju bisa". Setelah
itu saya bersendawa. Lalu teman saya malah senang mendengarkan sendawa yang
saya buat.
2. Etika izin keluar kelas
atau ruangan
Saya SD di pulau
Batam, jika ingin izin keluar kelas siswa harus melapor diri pada guru yang
mengajar. Dan saat saya melanjutkan sekolah di Kupang siswa hanya mengangkat
tangan mereka lalu keluar kelas. Pada awalnya saya tertawa melihat hal itu dan
saya kira dia agak miring. Ternyata setelah saya cari tahu, memang seperti itu
cara disini. Tapi, saya tidak pernah berani untuk mencoba hal itu karena saya
masih merasa itu tidak sopan.
3. Etika memuji dengan kata
"LUCU atau FUNNY".
Papa saya pernah
bercerita kepada saya. Jika orang Indonesia dipuji anaknya "Anak kamu lucu
(funny)". Pasti orang Indonesia itu senang banget. Dan papa saya pernah
mencoba bilang ke orang barat (bule) "Your child is funny" eh si ayah
anak itu marah.
Jadi,
bisa diambil kesimpulan kata lucu diIndonesia identik dengan imut, menggemaskan
dan tidak jelek. Tetapi, lucu bagi orang barat identik dengan arti aneh, cacat
dan tidak normal.
Jadi,
jika kita bilang ke bule "your child is funny", kira-kira hasil
terjemahan mereka seperti ini "Anak kamu aneh atau tidak normal". Dan
pasti itu mereka anggap bully.
4. Etika memberikan uang
Cerita ini juga di
ceritakan papa saya ke saya. Papa saya pernah bercerita, Papa pernah memberikan
uang kepada anak orang bule dan anak itu tidak menerimanya , lalu anak itu
melaporkannya ke bapaknya dan bapaknya marah ke papa saya dan bertanya kenapa kamu kasih uang ke anak
saya?. Jadi, memberi uang kesembarang orang dapat membuat seseorang marah atau
tersinggung. Kecuali kalau orang itu meminta terlebih dahulu.
Sedangkan
kalau anak orang Indonesia dikasih uang rata-rata anak itu langsung caplok
uangnya, apalagi kalau uangnya warnanya biru atau merah. Bapaknya juga pasti
senang kalau anaknya diberi uang. Tapi mungkin ada orang Indonesia yang marah
kalau anaknya di berikan uang tapi tidak semarah orang bule itu dan tidak
sekritis orang itu. Tetapi, rata-rata anak Indonesia kalau di beri uang oleh
orang lain langsung di caplok saja. Termasuk saya. Meskipun, papa saya selalu
bilang ke anak-anaknya "jangan asal terima uang dari orang, kalau keluarga
yang beri boleh di terima tapi kalau orang lain jangan diterima". Tetapi
kami semua terkadang membandel. Apalagi uang yang di berikan oleh orang tebal,
angka dan warnanya enak dipandang mata susah banget say no thanks.